Fatwa MUI, Momentum Suporter Tangerang Berdamai
Fatwa haram yang dikeluarkan MUI Kota Tangerang terkait aksi tawuran antar suporter di Tangerang, membuat eksistensi suporter terancam. Buntutnya, dua kelompok suporter tim di Tangerang, yakni Laskar Benteng Viola (pendukung Persita) dan Benteng Mania Fans Club alias Betman (pendukung Persikota) bersepakat untuk berdamai.
Dua kelompok tersebut berencana menggelar pertemuan guna mencari solusi mencegah aksi tawuran yang dilakukan anggotanya.
”Ya, kami sudah mengagendakan pertemuan dengan jajaran pengurus Betmen untuk mencari cara mencegah tawuran antar suporter di Tangerang,” ungkap Anto Setyarosa, ketua harian Laskar Benteng Viola (LBV), kepada Bola.net.
Menurut Anto, aksi tawuran antar pendukung Persita dan Persikota memang sulit dicegah. Karena, itu terjadi di tingkatan akar rumput. Bahkan, aksi itu kadang dilakukan para oknum. Artinya, mereka bukan anggota sah yang memiliki KTA (kartu Tanda Anggota) baik LBV maupun Betman.
”Kalau di tingkat pengurus (LBV-Betman) tidak ada masalah. Hubungan kami baik-baik saja,” akunya.
”Tapi, biar bagaimana pun kami tidak boleh lepas tangan. Aksi tawuran di kalangan akar rumput tetap menjadi tanggung jawab bersama terutama pengurus LBV maupun Betman,” sambung Anto.
Lebih lanjut dikatakannya, jajaran masing-masing pengurus suporter sudah melakukan pencegahan aksi tawuran. Misalnya dengan mengawal rombongan suporter baik saat berangkat maupun pulang dari stadion.
”Kami selalu mengingatkan kepada masing-masing Korwil agar menjaga anggotanya. Tapi, memang bukan perkara gampang bisa mengendalikan anggota yang sangat banyak,” tuturnya.
Dijajaran pengurus, lanjutnya, sudah sepakat dengan pengurus Betman bahwa tawuran antar suporter harus diminimalisir. "Kami sadar ulah oknum suporter akan membawa dampak tidak baik buat perkembangan sepakbola di Tangerang. Sebenarnya sejak dua tahun ini kami telah berupaya untuk bisa melakukan pencegahan aksi tawuran, namun belakangan kericuhan marak lagi," tegasnya.
Karena itu, pihak Viola dan Betman dalam waktu dekat ini merencanakan pertemuan untuk mengatasi permasalahan yang saat ini timbul. Soal agenda pertemuan, juga diamini Sekretaris Umum BMFC, Evan Romano.
"Yang jelas, apa yang dikemukakan MUI sebelumnya menjadi bahan perhatian kami. Baik kami dan Viola sebenarnya sudah ingin segera membuat pertandingan sepakbola di Tangerang bisa disaksikan dengan nyaman dan aman tanpa tawuran, bukan seperti yang terjadi seperti saat ini," ujar Evan.
Pernyataan MUI soal tawuran suporter dikatakan Evan adalah peringatan buat kedua kubu suporter untuk bisa segera mendewasakan anggota mereka. "Kami juga sudah lelah jika pertandingan selalu diwarnai keributan. Kami ingin sepakbola di Kota Tangerang menjadi industri dan itu butuh suporter yang dewasa dalam menyaksikan pertandingan," tandasnya. (esa/end)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar