Senin, 12 Desember 2011

Ulang Era Nurdin Halid




JAKARTA – Kondisi PSSI sekarang akan nyaris sama dengan yang terjadi di akhir kepengurusn era Nurdin Halid dulu. Saat itu muncul dua kompetisi sebagai akibat ketidakpuasan terhadap kinerja PSSI dan perangkatnya.

Di level teratas saat ini, ada kompetisi Indonesian Premier League (IPL) yang diakui PSSI dan Indonesia Super League (ISL) yang tidak diakui PSSI. Itu kebalikan dari era akhir kepengurusan Nurdin. Saat itu ISL diakui PSSI, sedangkan LPI (Liga Prima Indonesia) dianggap ilegal.
Dengan mengatasnamakan statuta dan aturan lainnya, Nurdin Halid dkk berusaha menggilas liga yang dianggap ilegal. Aksi ancam-mengancam pun ditebar. Misalnya, pemain LPI diancam tak bisa bergabung ke timnas, upaya untuk mempersulit izin keamanan, dan PSSI yang mencari dukungan dari pemerintah. Kejadian tersebut persis terulang saat PSSI di bawah kendali Djohar Arifin Husin dkk saat ini.
Di era Nurdin, beberapa klub dikenai sanksi. Demikian pula perangkat pertandingan hingga ofisial tim. Itu pula yang tampaknya hampir pasti terjadi di era Djohar Arifin. Seperti dilansir situs IPL, Djohar menegaskan bahwa PSSI akan mendegradasi klub-klub yang menentang PSSI.
’’Tim yang tidak ikut kompetisi PSSI otomatis degradasi ke level bawahnya,” kata Djohar.
“Yang rugi siapa? Kita semuanya. Juga masyarakat yang mendukung tim masing-masing. Tentu mereka dirugikan oleh perbuatan pihak yang tidak menaati aturan main di PSSI,” sambung Djohar.
Mantan staf ahli Menpora itu siap mengajak mereka yang saat ini ”menyeberang” untuk kembali ke pangkuan PSSI. “Mari kita bangun sepak bola Indonesia dengan tidak mengikuti kompetisi yang ilegal, yang tidak diakui FIFA, AFC, dan statuta PSSI,” bebernya.
Djohar menjelaskan, dirinya tidak mau ikut campur soal sanksi yang akan dijatuhkan oleh komite-komite PSSI. Misalnya, komite etika, disiplin, dan fair play. “Biarkan mereka menentukannya sesuai dengan statuta. Jadi, seandainya ada hukuman, itu bukan hukuman PSSI, tetapi perintah statuta,” papar Djohar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar